Focus and Scope

Journal of Innovation and Sustainable Empowerment (JISE) adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat yang mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata terhadap pemberdayaan masyarakat serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). JISE menjadi wahana diseminasi penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi lintas disiplin yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

Artikel yang dimuat dalam JISE merupakan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan secara nyata, melibatkan mitra komunitas secara aktif, dan menyajikan evaluasi dampak yang terukur. JISE tidak memuat artikel yang bersifat murni teoretis, penelitian laboratorium tanpa penerapan komunitas, maupun ulasan literatur yang tidak terkait langsung dengan kegiatan pengabdian.

Focus

JISE berfokus pada tiga pilar yang saling menopang:

  1. Inovasi; penerapan dan adaptasi ilmu pengetahuan serta teknologi secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat;
  2. Pemberdayaan; peningkatan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan berbasis kebutuhan dan potensi lokal;
  3. Keberlanjutan; kontribusi terukur terhadap pencapaian SDGs dan pembangunan jangka panjang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

Scope

Ruang lingkup JISE mencakup, namun tidak terbatas pada, topik-topik berikut. Setiap topik diprioritaskan apabila disertai bukti pelaksanaan lapangan, keterlibatan mitra komunitas, dan evaluasi dampak yang dapat diverifikasi.

  1. Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia; Pelatihan, pendampingan, edukasi nonformal, dan penguatan kapasitas masyarakat yang disertai indikator peningkatan pengetahuan, keterampilan, atau kesejahteraan yang terukur. Mencakup kelompok masyarakat umum, perempuan, pemuda, lansia, penyandang disabilitas, serta komunitas rentan lainnya.

  2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Transformasi Masyarakat; Penerapan TIK dalam mendukung transformasi digital komunitas, lembaga pemerintahan desa/daerah, institusi pendidikan, dan UMKM. Diprioritaskan artikel yang menunjukkan peningkatan kapasitas digital mitra secara langsung, bukan sekadar pengembangan sistem.

  3. Teknologi Tepat Guna Berbasis Potensi Lokal; Pengembangan dan implementasi teknologi yang sederhana, efektif, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap kondisi serta potensi lokal. Artikel harus menyertakan bukti uji coba atau penerapan bersama komunitas mitra, bukan sekadar perancangan prototipe.

  4. Inovasi Produk dan Pengembangan Ekonomi Lokal; Inovasi desain produk, peningkatan kualitas, pengemasan, branding, dan penciptaan nilai tambah berbasis potensi dan kearifan lokal. Mencakup produk pangan, kerajinan, produk kreatif, serta komoditas unggulan daerah yang dikembangkan bersama mitra UMKM atau kelompok masyarakat.

  5. Technopreneurship dan Penguatan UMKM; Penguatan kewirausahaan berbasis teknologi, inovasi model bisnis, pemasaran digital, dan peningkatan daya saing UMKM. Diprioritaskan kegiatan yang menunjukkan perubahan nyata pada kapasitas usaha atau pendapatan mitra, bukan studi kasus bisnis skala besar tanpa keterlibatan komunitas.

  6. Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran Inovatif; Penerapan teknologi dan pendekatan pembelajaran inovatif untuk mendukung pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mencakup pengembangan media ajar, platform pembelajaran, modul pelatihan, serta program literasi digital yang telah diujicobakan di lapangan.

  7. Inovasi Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis SDGs; Inisiatif pengabdian yang berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs, meliputi pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, kesetaraan gender, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan hidup, dan pengembangan komunitas berkelanjutan. Artikel wajib mengidentifikasi secara eksplisit tujuan SDGs yang relevan dan memaparkan indikator capaiannya.